Pengakuan Tukang Ojek Novi Amelia

Suhendar (39), tukang ojek yang membonceng Novi Amelia pada Senin (1/7/2013), kepada Kompas.com bertutur soal kronologi aksi teriak-teriak disertai lepas baju model seksi majalah pria dewasa itu saat ia memboncengnya. Menurut warga Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, ini, semua kehebohan bermula sekitar pukul 07.15 WIB.

Saat itu, Suhendar bersama beberapa orang sesama tukang ojek sedang asyik minum kopi dan mengobrol di pangkalan ojek Karet Pedurenan, Jakarta Selatan. "Lagi ngobrol-ngobrol, tiba-tiba bunyi gaduh ribut-ribut dari kos-kosan enggak jauh dari situ," kata Suhendar saat dihubungi Selasa (2/7/2013) malam.


Novi Amelia


Suhendar dan beberapa rekannya pun langsung mendatangi sumber suara. Saat tiba di teras rumah kos itu, kata Suhendar, terlihat seorang wanita muda sedang duduk tertunduk lesu ditemani ibu pemilik kos di sampingnya. Baru belakangan, aku Suhendar, dia tahu bahwa perempuan muda itu adalah Novi Amelia.

Si ibu kos, kata Suhendar, mengatakan, Novi datang ke kos itu untuk menemui seorang temannya yang tinggal di tempat itu sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, temannya sedang tidak di tempat. "Ibu kos sudah bilang temannya itu lagi enggak ada, dia (Novi) tetap ngotot nungguin di depan rumah kos-kosan itu. Ibu kos bilang Novi harus pulang, tapi dia nolak dan malah duduk bengong," terang Suhendar.

Melihat kondisi Novi yang terlihat pucat dan lemah, lanjut Suhendar, dia diminta oleh ibu kos mengantar Novi ke rumah tinggalnya yang tertera dalam kartu tanda penduduk (KTP). Adapun alamat tinggal yang tertera di KTP adalah Rusun Petamburan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Menurut Suhendar, Novi dengan terpaksa menuruti saran si ibu kos untuk diantarkan Suhendar menumpang ojek pulang ke tempat tinggalnya. Namun, sesampainya di Fly Over Karet Bivak, Jakarta Pusat, Novi yang sebelumnya hanya diam tidak bersuara menyuruhnya untuk memutar ke arah Pancoran, Jakarta Selatan.

Suhendar pun hanya mengiyakan arahan dari Novi. "Di jalan, dia mulai ngoceh enggak jelas, pas saya tanya arahnya ke mana, dia cuma bilang, 'Lurus, belok, lurus, belok'," ujar Suhendar. Beberapa saat kemudian, sesampainya di Jalan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 08.00 WIB, Suhendar merasakan Novi mulai bergerak-gerak di belakangnya.

Saat Suhendar melirik ke belakang, aku Suhendar, baru dia sadari Novi sudah melepaskan beberapa kancing kemeja putih yang dikenakannya dan mulai membuang (maaf) bra yang dipakainya ke tengah jalan. Perilaku Novi tersebut, kata Suhendar, dibarengi dengan teriakan-teriakan keras.

Tak ayal, tingkah Novi mengundang perhatian dari pengguna jalan lain serta warga yang ada di pinggir jalan. "Saya bingung, takut kenapa-kenapa, takutnya loncat atau malah telanjang di jalan. Semua orang ngeliatin, saya takut orang-orang mikir yang enggak-enggak. Sampai akhirnya saya ngeliat Polsek Mampang di pinggir jalan," tutur Suhendar.

Suhendar pun langsung membawa Novi masuk ke halaman Mapolsek Metro Mampang Prapatan. Saat itu, petugas kepolisian sedang bersiap melaksanakan upacara peringatan HUT Bhayangkara. Namun, bukannya bertambah baik, Novi malah berteriak-teriak kepada para petugas. Teriakan Novi dibarengi dengan aksi hendak menanggalkan pakaian yang dia kenakan.

Dibantu sejumlah petugas polisi, Suhendar berusaha menenangkan Novi dan mencegah aksinya berlanjut. Saat itu, dia langsung melaporkan dan menceritakan semua peristiwa yang dia alami selama membonceng Novi, Senin pagi.

Seusai memberikan laporan, aku Suhendar, dia langsung pulang ke rumah. Sampai sekarang, dia mengaku masih terkejut dengan peristiwa yang baru sekali dialaminya itu.

Suhendar enggan berkomentar apakah ada kemungkinan Novi terjerat penyalahgunaan narkoba atau tidak. "Semoga Novi bisa cepat sembuh," itu saja komentarnya.