Rektor IPDN Minta Disogok dengan Seks

Rektor IPDN Minta Disogok dengan Seks (Tempek)- Dari dulu sekolah IPDN selalu bikin ulah, sekolah untuk calon pegawai negeri ini. Pemerintah harus mengawasi dengan ketat atau membubarkan sekolah ini karena kelakuan isi sekolah sudah sangat meresahkan. Seorang wanita bernama Susi Susilowati mengaku menjadi istri simpanan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi. Susi membeberkan hubungan asmaranya dengan Nyoman hingga membuahkan seorang anak yang bernama Dimas. Dia meminta Nyoman mengakui anak hasil hubungan mereka berdua.

"Saya tahu diri kalau saya bukan istri pertama I Nyoman Sumaryadi. Ceritanya panjang. I Nyoman Sumaryadi menghianati cintanya dengan saya. Bahkan 9 bulan terakhir ini tidak mau mengakui Dimas anak kandungnya sendiri," ujar Susi kepada wartawan melalui pesan singkat.

Awalnya Susi mengunggah video anaknya lewat situs Youtube. Kemudian lewat akun facebook yang menceritakan perbuatan Nyoman yang tak mau mengakui anak kandungnya.

Selasa (11/6) Susi muncul menggelar jumpa pers di depan sejumlah wartawan. Wanita asal Kuningan, Jawa Barat ini mengaku blak-blakan pernah melayani Nyoman dengan imbalan anak rekannya dimasukkan ke IPDN. Saat itu Nyoman meminta sabuk Manokwari dari emas yang harganya Rp 180 juta. Susi tak punya uang untuk membelinya, maka tubuhnya digunakan sebagai pengganti.

"Saya bingung. Akhirnya 'tumbalnya' saya," aku Susi.

Nyoman sendiri menolak memiliki istri simpanan dan anak hasil hubungan gelap. Saat dikonfirmasi dia telah membantah. Nyoman juga tak merasa perlu menanggapi omongan Susi.

"Saya tidak tahu dan tidak merasa. Zaman demokrasi, orang bisa menyampaikan apa saja. Saya malas, Yang penting kami tidak menanggapi isu-isu yang tidak benar. Sepanjang tidak menjatuhkan degradasi hak asasi saya, saya tidak akan melayani orang yang tidak jelas. Dalam hal ini institusi tidak ada kaitannya," kata Nyoman.

Menteri Dalam negeri Gamawan Fauzi telah mendengar masalah ini. Tim penyidik dari Irjen Kemdagri sudah diterjunkan.

"Sedang kita periksa. Pemeriksaan dilakukan semuanya. Tapi kita praduga tak bersalah dahulu kebenarannya kita lihat. Kalau lapor polisi silahkan kita hormati," kata Gamawan.

Gamawan pun menyatakan setuju jika Susi meminta dilakukan tes DNA untuk membuktikan ucapannya.

"DNA kalau dia minta itu persilakan. Ini negara demokrasi, proses harus dihormati," kata Gamawan.

Kasus ini masih bergulir. Jika terbukti perselingkuhan ini terjadi, kampus pencetak praja ini kembali tercoreng.

Sumber:  http://www.merdeka.com/peristiwa/susi-mengaku-simpanan-rektor-ipdn-minta-anaknya-diakui.html